Search This Blog

Loading...

Thursday, October 16, 2014

Proposal, Skripsi, Seminar Proposal, Seminar Hasil

Jadi ceritanya besok itu aku seminar hasil. Yang selanjutnya akan melahirkan pertanyaan, "Emang kamu kapan bikin skripsinya? Kok ga ada ribut-ribut?"

Nah, itu pertanyaan yang simpel tapi agak susah dijawab sebenarnya. Agak kompleks gimana gitu. Aku cuma bisa mengucap syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa karena aku telah diberi kemudahan berlimpah luah yang tidak dapat dibendung, skripsi ini bisa dikatakan adalah suatu kemujuran.

Pertama, aku diajakin ngebuat nih skripsi. Ga nyari kesana kemari, nanya ke departemen penelitian yang masih kosong. 
Kedua, tema skripsi : Seroinsidensi Sifilis Pada Darah Donor di UPTD RSUP Dr. Sardjito tahun 2011-2014
Ketiga, judul : Ngikut skripsi tahun lalu. Sama tema, beda judul, beda tahun, beda tempat
Keempat, metode : cross-sectional. Tinggal ke Sardjito, minta rekam medis, ambil data, beres. Ga perlu biaya mahal, ga perlu ke lab, ga perlu ngelakuin yang ribet-ribet. Alhamdulillah datanya udah dalam bentuk elektronik. Agak nyebelin juga sih kalo misal datanya masih dalam bentuk kuno (tulis tangan maksudnya)
Kelima, proposal : untung dosen metopen blok 3.1 ku "memaksa" kita menyelesaikan proposal untuk lulus praktikumnya. Kalo ga? Ga tau deh kapan aku bener-bener niat ngerjainnya.
Keenam, administrasi, Ethical Clearance : Jangan tanya aku, semuanya diurus oleh maha dewi, temenku. Aku salut atas semangatmu biar cepat lulus, kak! I owe you.
Ketujuh, software yang digunakan : Coba tebak. Tut, tebakan anda salah. Kita ga pake SPSS atau Stata. Pakenya yang zaman bahola. Yup, thats right. Cuma pake Microsoft Excel. 
Kedelapan, kok bisa? : soalnya kita cuma deskriptif. Ga analitik, ga ada yang perlu dibuktikan. Ga perlu nilai signifikansi. 
Kesembilan, seminar proposal : Oh, itu seminar proposal? Kirain konsultasi biasa doang
Kesepuluh, pengambilan data : dilakuin oleh anggota lainnya, yang perlu kulakuin cuma ngolah data, which was easier. Aku cuma perlu duduk depan laptop dikosan, mau sambil baring juga bisa, jungkir balik juga enak. 
Kesebelas, dosen pembimbing : harusnya ini diatas, tapi ya sudahlah. Satu kata, dosen pembimbingku baik. Jarang banget revisi. Skripsinya juga ga perlu diprint, kirim lewat email aja, Insya Allah pasti dibaca.
Kedua belas, laptopku entah kenapa memutuskan tidak terlalu banyak bertingkah, sehingga kemarin malam aku bisa menyelesaikan skripsiku dan menulis ini.

Jadi, kalo ditanya kok ga ribut, ya gitu. Santai wae, ntar selesai juga, haha (mungkin bener kata temenku, semangat juang hidupku berada dilevel paling bawah. Ibaratnya tebing, aku tu ada dipinggirnya, tinggal disentil sedikit, aku bakal jatuh dan tertidur selamanya, wkwkwk)

Nah besok adalah hari dimana aku akan melakukan Seminar Hasil. Karena aku belum merasakan sakitnya, capeknya ngurusin skripsi, ya aku biasa aja. Sekarang ini otakku masih dalam mode, "Oh, besok itu seminar hasil po? Kirain cuma konsultasi biasa. Santai wae." Padahal aku ingin aku berfikir, "OH MY GOD, BESOK GUE SEMINAR HASIL, GILA! GUE HARUS SEMANGAT. HARUS MENYIAPKAN SE-PERFECT MUNGKIN." Tapi ya, udah mencoba meyakinkan diri kalo besok itu SEMINAR HASIL bukan KONSULTASI, tapi tetep aja biasa aja, soalnya Seminar Proposal kemarin berasa konsultasi biasa -..- (ini babi lagi ngorok, cuma mau bilang, aku mengantuk, padahal baru bangun, haha). Sekarang aku malah ngupdate blog. Sadar Zelin! Sadar *tampar bolak balik, eh jadi inget adegan Batman dan Robin yang ada di 9gag, haha.

Ok, blog ini isinya makin lama makin ga karuan. Cuma mau ngingetin, hati-hati ya kalo keluar malem teman-teman. Dua orang temenku (kita, kamu) udah jadi korban, yang satu digebukin, yang satu lagi hampir dibacok. Seperti yang temenku bilang, "Dunia malam itu kejam, saudara." Waspadalah, waspadalah!

NB : Bagi yang kenal ortuku, khususnya anak-anak kosanku, jangan bilang-bilang aku besok Seminar Hasil ya. Selama ini aku memainkan peran sebagai "anak yang sebel kalo ditanyain tentang skripsi". Ngikut orang-orang sih, padahal aku juga ga begitu ngerti sensinya kenapa. Biar ortuku berfikir aku serius ngerjainnya. Ntar aja waktu pendadaran aku bilang, "Ma, Pa, Zelin mau pendadaran besok. Doain lancar ya." Aih, semoga mereka bahagia. 































Tuesday, September 30, 2014

Some Hidden Facts About Me

Oke, ini beberapa hal mengenai diriku. 

1. I am half chinese (papa) - half indonesian (mama). Anehnya, orang keturunan cina dan minang terkenal pelit. Ga kok, pelit ga perhitungan sih iya haha.

2. I'm phobia of cats and dogs. Biasa, trauma masa kecil gitu ga bisa hilang, haha. Aku juga geli sama binatang mamalia lainnya. Geli aja ma bulunya.

3. Kalo disuruh punya peliharaan, aku mau kuda dan burung hantu. 

4. Aku ga begitu suka makan nasi. Kecuali yang udah digoreng atau dijadiin bubur.

5. Makanan favoritku sushi dan sashimi.

6. Aku ga begitu suka makan buah. Mending sayur dari pada buah, soalnya buah itu rasanya ya gitu-gitu aja. Kalo sayur kan tergantung orang yang mengolahnya. Eh, tapi kalo dijadiin salad buah, sup buah, atau dimakan pake mayonese, susu, dan lainnya aku suka. 

7. Aku suka banget sama laut. Kalo pantainya so so, diajakin ayo, kalo pergi sendiri males banget. Mimpiku, aku kerja jadi dokter kapal atau jadi bajak laut haha. Kalo ga kesampaian, aku mau tinggal diatas kapal aja. Doain ya! 

8. Aku suka banget nonton film. Nonton tv sih ga, apalagi acara Indonesia ga ada yang bener, kalo ga gosip ya sinetron. Tapi kalo film jangan tanya. Funny thing, I dont really watch movies from 2000 backwards, except The Fight Club, The Shawshank Redemption, Pulp Fiction and American Beauty.

9. Genre favoritku thriller dan action, no horror atau yang berbau zombi, romans boleh lah sesekali. Film favoritku, Inception, The Prestige, Memento, Now You See Me, The Shawshank Redemption, Pirates of The Caribbean series and Lord of The Ring series. TV series : Dr. House, Sherlock, The Big Bang Theory, How I Met Your Mother, Game of Thrones. Sutradara favoritku : Christopher Nolan, David Fincher, dan Tim Burton. 

10. I like riding motorcycle better than driving car. Kalo naik motor ada sensasi bahagia gimana gitu walaupun melelahkan dan bikin pantat tempos. Aku punya angan-angan dimasa tuaku, aku dan (calon) suamiku (amin, semoga ada yang mau tinggal seumur hidup denganku, haha) keliling Indonesia naik motor, haha. 

11. Pingin bisa horseback riding

12. I have a thing for skulls and skeletons. No particular reason beside the fact that they are what make of us.

13. I dont really like flowers. Bukan karna sifat antipatiku pada bunga atau yang berbau cewe, tapi karena waktu kecil aku sering kena marah papaku gara-gara lupa nyiram bunga (padahal bunganya milik beliau --" Jadi orang tua enak kali ya, tinggal nyuruh-nyuruh anaknya doang). Biasalah anak kecil, malah nyalahin yang lain. Jadi dulu setiap lihat bunga aku pasti membatin, "heh, gara-gara elo nih gue kena marah. Coba lo ga ada, gue ga bakal didamprat." Sampe sekarang kebawa. Ya, begitulah.

14. I detest any kind of paperwork, especially ones that require me to write down. Itulah kenapa aku jarang nyatet kuliah soalnya aku ga suka nulis pake tangan.

15. Aku pragmatis dan praktikal. Aku ga akan mempelajari sesuatu kecuali aku melihat kegunaannya bagiku, atau menarik minatku. Dan aku sangat benci hal yang terlalu detail. Apa lagi kalo membuat suatu rencana, jalan-jalan misalnya, sampe menit dan detiknya dihitung. Beuh.

16. I suffer from Attention Deficit Disorder. Itulah kenapa kalo kuliah kalian sering ngeliat aku main game. Bukan karena ga dengerin, justru kalo aku cuma duduk pasif mendengarkan, aku ga bakalan bisa, pikiranku pasti jalan kemana-mana. Contohnya, makan siang. I hate being an ADD. Dan salah satu alasan kenapa aku benci hal yang terlalu detail. Dan juga kadang kalo aku ngobrol mesti intens, kalo ga otakku jalan-jalan. 

17. I'm ambidextrous. Nulis pake tangan kiri, yang lain-lain pake tangan kanan, oke kecuali cebok. Kalo disuruh gambar, ngegambarnya pake tangan kiri, mewarnainya pake tangan kanan.

18. I'm an INTJ. Ada orang yang berfikir aku terlalu liberal atau sekuler, ada juga yang berfikir aku terlalu konservatif. The truth is, I define my own borderline and moral code. Apa yang menurut orang salah, bisa aja aku anggap benar, dan sebaliknya. 

19. I'm not a person who's comfortable talking about feelings (especially love), my problems or my self and my life in general to people. Aku ga bakalan bilang kalo aku marah atau aku sedih atau seseorang sudah menyakiti hatiku (haha, kata-katamu Zel). Jadi, kalo kamu melihat aku seperti menghindarimu, atau ga membalas pesan-pesanmu (maksimal 24 jam), atau ga ngangkat telpon atau aku berusaha membuatmu marah sama aku or I refuse to admit your existence, ketahuilah kalo itu tandaku bilang ke kamu kalo kamu sudah kelewat batas, or I've just got enough of you.

20. I'm not a kind of person who will start conversation with strangers. Kalo kamu menganggap aku dingin dan jutek, bukan begitu sebenarnya. Aku cuma bingung mau ngajak ngobrol apa, cuaca? gosip? tentang diriku? Kok kayaknya orang lain gampang-gampang aja ya ngajak ngobrol? Kalo misalnya aku ngajak ngomong tentang film atau human nature atau hal-hal yang berbau tabu, atau tentang psikologi manusia gimana? (maaf, tipe percakapan seperti itu yang aku bisa bagus). Dan aku ga bakal bertanya mengenai apapun tentang dirimu kecuali kamu yg cerita sendiri ke aku, karna aku sangat menjunjung tinggi privasi, pertanyaan tentang 'siapa kamu' menurutku sudah melanggar hak pribadi, kecuali ada indikasi kuat untuk melakukannya, for eg, ketika terjadi kecelakaan, dsb

21. Jangan pernah bahas tentang gosip selebriti dan politik sama aku. Kalo gosip selebriti, kalian bakal bete, beneran, aku ga tau banyak tentang artis-artis Indonesia sekarang, banyak nget yang baru. Kalo politik, aku udah kehilangan minat. Kalo kalian ngajak aku ngobrol topik ini 4 atau 5 tahun yang lalu (ketika aku masih sma), bakal tak ladenin. Politik luar dan dalam negeri ayo. Kalo sekarang kamu ngajak aku ngobrol ini, aku hanya akan memberi 1001 (lebay ding, yang jelas lebih dari satu) alasan kenapa kamu ga usah mempedulikan politik, khususnya politik Indonesia saat ini. Salah satu alasannya, bikin keki sendiri. Dan karena aku orang yang practical, aku memutuskan menjadi apatis dari pada memberontak. 

22. I value honesty, loyalty, privacy and human rights (not necessarily freedom. The concept of freedom requires solitude and violation of other people's. I dont think its right to be implemented in society) highly. I detest any kind of betrayal, dishonesty, inconfidentiality, or violation of privacy and human rights. And i hate liars. Aku ga bermasalah sama bohongnya, aku bermasalah sama penyembunyian kebenarannya.

23. Aku percaya hubungan timbal balik. If you are nice to me, I'll be even nicer to you. If you show disrespect or dishonesty to me, I'll stand still and do nothing, but dont think I'll even try to be nice to you, or remember your existence.

24. Aku kalo lagi bete, pasti ngusilin orang. Kalo lagi seneng atau bosan pasti pecicilan atau ngusilin orang. Kalo aku diem, berarti aku lagi bad mood, atau moodku lagi biasa aja.

25. Nafsu makanku menjelang menstruasi itu bisa menyaingi ibu hamil. 

And last,

26. Don't try to understand me, or define me. 

Thursday, September 11, 2014

Observation : Intention

So, it's been a month or less i havent been writing anything on here. Reason? My laptop sucks. I cant type a full paragraph without running out of my patience because the keyboard just doesnt function properly. Yeah, I know I shouldn't have played games on here.

Ok, so because today I'm in one of my bad mood period (maybe because of PMS? God knows how much chocolate I ate today, or because of the exam coming soon, or it's because I get lack of sleep lately, or it's because of some unwanted small events happening since morning came, or it's because.. ok, i'm running out of causes. But for some reasons I'm not in my best self today. Don't worry, I wont kill anyone), and I get bored of studying, so I decided to write something on here.

So, a few months ago I've questioned my self about people deeds and their intentions, whether we can do something nice without any reason behind that attitude. And after observing people for sometime, questioning them (not directly of course, a little bit deceiving here and there) and analyzing the informations, finally I got my answer. The answer is no.

Let me explain this as clear and as short as I can.

We, humans, always need reasons to do something. Different person has different reason. And if we dont find any satisfying or useful reason, we're not gonna do that. For instance, eating. We eat because if we dont we're gonna die. Would we still eat if without eating we were not gonna die? (of course it's impossible, it'd ruin the point of living). I'm sure we wouldnt. Another example, buying a coat. We live at a place where there is no extreme weather, no winter, no zero degrees. So, we dont buy a coat because we dont need them. But, what if suddenly Indonesia got winter, or the temperature dropped down, what were we going to do? I'm sure all of us would race to the fashion stores to buy coats.

Well, just like I explain above, people need reasons, and the reasons become intentions and the intentions what drive us to do something. And according to that, I classify humans intentions to two categories :

1. The hypocrite or human intention. (Obvious)
Or as I call it, the people intention. It's the intention that we tell people about the reasons we do something. The reasons that, how I say this, we find humanity. The reasons that we serve for people. For example, we help someone because that person needs our help. Or, we help someone because if we dont, that person will be in trouble. Or, we help because that person is in poor situation. Or we help because that person deserves our help. But, remember, this kind of intention is always dishonest. 

2. The honest or private intention. (Hidden)
Or as I say it, private intention, the real intentions that we usually dont tell people. This intention brings reasons to your benefit. Either this reasons are right or wrong (of course, it's rethorical, there is no right or wrong if we talk about people or life. There is only grey), allowed or not, these reasons are selfish, egoistic, self-sufficiency. For instance, we help people because we want to feel better about ourselves, or we help because if we dont we're gonna feel guilty for not helping them. Or we help because we want people say that we are a nice person. Or we help because we want to avoid bad karma. We help because we hope God will give us good things in turn. Or the extreme reason, we help because we want to achieve something or get something from that person. Whatever the reason is, this is the true reason.

This is how it works. Every hypocrite reason always has the hidden reason. But every hidden reason doesnt have to have the obvious. Some people feel they need to tell the obvious reasons. Other people are not so concern about what people think about themselves, so they dont make up the obvious reason.

You may say that what I say is cynical, negative, but this is what I got from observation of people. I find it rare and unusual to find naive intention, helping other people just because they want or they can. If you dont agree, feel free to discuss it with me :)